Tips Meningkatkan Kualitas Koi Indonesia

Sep 19th, 2012 | By | Category: Koi Care

KUALITAS IKAN KOI — Bila berbicara mengenai koi berkualitas tentu rujukan pertama adalah negara Jepang tempat asal usul Koi dibudidayakan. Kualitas koi di negara tersebut memang boleh dibilang sangat bagus dan bahkan “sempurna”. Tidak heran penghobi koi Indonesia berbondong-bondong untuk import koi dari negeri sakura tersebut. Di Indonesia Blitar atau Sukabumi merupakan daerah yang dikenal menghasilkan koi-koi berkualitas di Indonesia disamping daerah-daerah lai. Namun bagi Mark Gardner, seorang Jurnalis Koi Internasional yang menetap di Niigata , Jepang, ternyata masih banyak kekurangan dalam hal budidaya koi di Indonesia.

Pernyataan Mark Gardner tersebut merupakan hasil melihat secara langsung budidaya koi di sentra-sentra Ikan Koi di Indonesia antara lain Blitar dan Sukabumi beberapa bulan yang lalu. Kunjungan Mark Gardner ini sebenarnya merupakan undangan dari APKI ( Asosiasi Pecinta Koi Indonesia) dalam rangka mempromosikan ikan koi produk Indonesia. Harapannya Mark bisa memberikan masukan kepada para pembudidaya koi Indonesia agar lebih maju.


melihat-kualitas-koi

Mark Garder Memeriksa Kualitas Koi Produk Indonesia,photo Apki


Meski memberikan apresiasi terhadap antusiasme pembudidaya koi Indonesia, Mark Gardner juga memberikan masukan kepada para pembudidaya koi Indonesia agar lebih maju:

  • Kualitas koi Indonesia hingga ukuran tertentu sudah memiliki kualitas yang cukup baik. Namun, terutama untuk ukuran besar, hal ini belum dapat dicapai. Permasalahan yang utama adalah tidak tersedianya indukan yang memiliki standard minimun ukuran dan bloodline / garis keturunan yang jelas.
  •  Sarana dan infrastruktur yang dimiliki oleh pembudidaya masih perlu ditingkatkan. Dimana kebutuhan perlengkapan dan pengetahuan akan Bio Secure sangatlah perlu dijaga. Hal yang dimaksud seperti sumber air , dimana kebanyakan para pembudidaya masih menggunakan air sungai yang mengalir dari perkampungan. Hal ini dapat menyebabkan resiko tinggi pada penyebaran penyakit. Kolam induk yang memiliki filter dan kolam karantina juga masih sangat kurang. Hal ini akhirnya menyebabkan tingkat kematian yang tinggi pada indukan.
  •  Sistem pemijahan juga dirasa sangat kurang, dikarenakan masih banyak pembudidaya yang belum memahami tata cara culling/ pemilihan pertama pada burayak yang akan dipertahankan. Disisi lain, pencalonan / pemasangan induk masih belum dilakukan dengan tepat. Mark memberikan contoh kasus dimana di Jepang, seekor jantan bisa dipijahkan dengan 5 ekor betina dalam 1 waktu , atau 1 ekor betina menggunakan 5 ekor jantan. Namun hal tersebut harus dilakukan dengan cara stripping (diurut). Dan kemudian, setiap pasang telor yang sudah dipijahkan , dipelihara di kolam yang berbeda. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa mendapatkan hasil dan bakal induk yang lebih baik. Dengan maksud memperbesar kemungkinan ada nya kecocokan atau variasi yang baik antar jantan dan betina nya.
  •  Untuk dapat masuk ke pasar International, Mark menuturkan perlu adanya ketersediaan hasil yang berkesinambungan dan kualitas yang selalu terjaga. Hal ini yang nantinya akan menciptakan “Branding/ Nama”. Saat ini, melihat dari hasil yang dihasilkan para pembudidaya, masih belum mampu menciptakan branding tersebut. Dikarenakan masih kurangnya pembudidaya yang profesional , dalam arti fokus dengan 1 atau 2 jenis saja dan selalu menghasilkan jenis yang sama. Dan memiliki ketersediaan jumlah hasil dan kualitas yang selalu terjaga.

Itulah beberapa masukan yang diberikan pleh Mark Gardner kepada pembudidaya koi Indonesia. Seperti juga harapan pecinta Koi Indonesia, Mark juga berharap di kemudian hari Indonesia dapat menghasilkan koi-koi yang layak pasar Internasional. Thanks Mark.Semoga Sukses.

Sumber:
http://apki.info/hotnews/?p=117

Tags: , ,

Popularity : 4,526 views


Leave Comment